Bahasa anak Medan 1

Assalamu alaikiw wr.wb

Apa kabar masbro dan mbaksis sekalian, kali ini MPakan share beberapa kosa kata yg sering dijumpai ketika anda berkunjung ke Sumatera Utara terutama kota Medan dan kata2 ini jarang ditemui di daerah lain.

Aci = boleh… nggak/mana aci (nggak boleh..)
Anak muda = jagoan, aktor pemeran utama
Ambal = sajadah
Awak = aku, saya; bisa juga kamu (“sombong kali awak ini”, artinya “sombong banget lu”)
Alip = permainan
Alip ce ndong/benteng = permainan menjaga tiang, sementara lawan berusaha menyentuh tiang tersebut, sambil menghindari kejaran para
penjaganya.;
Alip berondok = petak umpet
Ange k = dari bahasa Minang (panas) à iri, cemburu, nggak suka
Alamak = celetukan; berasal dari Alah Mak…
Bedangkik = hitung-hitungan, pelit
Bocor alus = agak gila
Belacan = terasi
Bonbon/Bombon = permen
Bersele mak = berlepotan (ngomong kau kok berselemak gitu?)
Be r e ng = melirik tajam (Alamak diberengnya kita); kata serapan dari Batak?
Bal e n = minta.. ( Bagi dong?! bahasanya jadi… Balen lah…?!)
Berondok = bersembunyi; ngumpet
Bolong = lobang
Bedogol = bego (bedogol kali kau!)
Begadang; kerupuk begadang = sejenis kerupuk yang berwarna coklat, biasanya berbentuk segiempat.
Baling/Bal e ng = rusak, ada yang tidak beres (ban keretanya kutengok baling la… Udah kau perbaiki?)
Bendol = benjol
Bengap = Babak belur
Cakap = ngomong, berbicara (banyak kali cakapnya)
Celit = pelit
Cak = singkatan dari coba… (Cak kau maenkan lagu itu = coba kau maenkan lagu itu)
Cuak = penakut
Cengkun e k = lagak, omong kosong (jangan banyak cengkunek lah..)
Cende k = plesetan dari pendek, dangkal/cetek (Airnya cendek kok, nggak usah takut tenggelam lah..)
Cop = ucapan sebagai pertanda minta rehat/ istirahat dulu (Aku cop ya, mau ke WC dulu); atau isyarat memilih lebih dulu (Cop, aku ambil yang ini ya).
Ce lat = cadel (nggak bisa bilang r)
Cem; Cam = seperti, macam, kayak, biasa dipadukan dengan kata mana (Cemmana jadinya; bagaimana jadinya); lihat kek; kek mana
Cincong = omong, alasan; Jangan banyak
cincong = jangan banyak omong
Ce kot = julukan buat orang yang lengannya cacat, tidak bisa diluruskan, seperti –maaf— tokoh Gareng di perwayangan).
Dongok/dogol/bedogol = bodoh, pandir
De king = beking
De mon = 1) demonstrasi; demo (pak keplor didemon sama warganya sendiri..); 2) hebat, gaya (pembalap itu demon kali, ah..)
Enc e ng = selesai, habis
Ece k- e c e k = pura-pura (Ecek-eceknya kita ini pejabat la ya)
Estra = maksudnya ekstra, preview film di televisi
atau bioskop (aku belom sempat nonton di bioskop, tapi estranya udah).
Gacok = jagoannya (mana gacok kau, kita adu)
Guli = kelereng
Ge te k = genit
Gaprak = dari jawa; hantam kaki dalam
sepakbola atau permainan (kakinya digaprak lawan)
Gedabak = besar (gedabak kali badan abang!)
Ger e pe s = geripis, gigi yang hancur atau terkikis karena banyak makan makanan manis (Itu lah, banyak makan bonbon, akhirnya giginya gerepes semua)
Ge cor = besar mulut, ga bisa menyimpan rahasia
Ge rot = akronim dari geger otak; merujuk pada orang yang tingkahnya aneh, gila.
Goni botot = julukan buat penjual atau pembeli barang-barang bekas. Mereka berkeliling kampung, membeli kompor rusak, kertas/koran
bekas, dsb.
Gelut = berkelahi
Golek-golek = berbaring-baring santai; tidur ayam
Hajab = hancur
Hambus = pergi! (jauh-jauh). Kata ini suka dipakai oleh koran Waspada.
Hubar-habir = berantakan, acak-acakan, idem
Ikan laga = maksudnya ikan cupang/ikan aduan
Kuaci = bukan kwaci makanan, tapi permainan berupa cetakan plastik yang berbentuk beragam wujud, ada Bruce Lee, kelinci, gajah, mobil, dsb. Dipakai utk mainan, juga sebagai barang taruhan.
Kere pak p e ak = makian, mengacu pada kondisiancur-ancuran.
Kel e n; kelie n = kalian
Kau = engkau, anda (tidak dibaca ka-u — u dalam utang; atau kaw, tetapi di antara keduanya: kauw– w nya lemah)
Kilik = mirip lego; mendrible bola (dikiliknya bola itu sampai pemain lawan terkecoh)
Kede /kedai = warung
Kede sampah = warung kelontong kecil (bukan warung jualan sampah, hehehe)
Ke dan = teman, sohib (Abang ini kedan kita juga)
Kereta = sepeda motor
Kereta Angin = sepeda
Kali = dari pemendekan kata ‘sekali’; berarti banget, sangat (“hebat kali kau!” Artinya, “lu hebat banget deh!”)
Kak = panggilan untuk orang (perempuan) yang lebih tua atau dituakan (sama dengan Mbak di Jawa)
Keplor = kepala lorong
Kepling = kepala lingkungan
Kongsi : Bagi-bagi, sama rata…
Koyak = robek == celanaku koyak; kukoyak- koyak kertas hasil ujianku
Ke k = kayak, biasa dipadukan dengan kata mana(kek mananya kau: bagaimana sih kamu ini);lihat juga cem/cam
Kelir = pinsil warna (kt. benda), mewarnai (kt. kerja)
Kocik = dari bahasa Melayu (?), berarti kecil
Korne l = tendangan pojok/penjuru dalam sepak bola. Plesetan dari “corner” (corner kick)
Kope k = kupas, kelupas (jangan kau kopek lukanya, nanti tambah parah).
Kombur = cakap, banyak omong.
Kondor = kendor, longgar (celanaku kondor, harus dikecilkan)
Kamput = singkatan dari kambing putih, merek minuman keras murahan (si Ucok tenggen gara- gara minum kamput).
L e mb ek = lemah, lemes
L e wong = 1) putus ;(layangan lewong); 2) hilang, raib (Lewong uangku disikat dia…)
Litak = habis, kondisi capek sekali – dari
Padang? (Litak kali badanku)
Lorong = gang (kau tinggal di lorong apa)
Ligat = lincah, lihai (ligat kali dia kalo kerja)
Lantak = habis; habisi (dilantaknya semua hidangan itu. Rumah itu dilantak si jago merah)
L e ngkong = cincau hitam, buat campuran es sirop
L e go = drible bola (Ronaldo jago kali ah nge- lego bola)
Locak = kalah terus menerus (aih mak, locak kawantu pas main ceki);
Batu locak => sejenis permainan dengan batu pipih dengan kelereng atau benda bulat kecil lainnya. Si kalah berusaha melempar kelereng
atau bolanya ke dalam lubang sasaran, sementara pemain lainnya berusahamenjauhkan bola itu, atau setidaknya melempar melampaui
bola, agar tidak kalah.
Loak = payah (Loak kali kau pun, gitu aja nggak bisa)
L e poh = bodoh (Lepoh kali, gitu aja nggak bisa)
Lobok = kedodoran, kebesaran (celananya lobok, Mak… bisa dikecilin?)
Lereng = sepeda besar = sepeda janda (e pada “le” dan “reng” dibaca seperti menyebut pada kata lele)
L e ngg e r = plesetan dari tabrak (mati dia dilengger truk)
Langgar = musola (Pak Haji biasa sembayang di langgar)
Limpul = lima puluh (dipakai untuk menyebut uang Rp 50 atau Rp 50.000)
Limrat = lima ratus (dipakai untuk menyebut uang Rp 500 atau Rp 500.000)
Limpe r = lima perak (dipakai untuk menyebut uang Rp 5. Sekarang uang pecahan ini sudah tidak ada, jadi istilah limper pun mungkin sudah hilang).
Lasak : Banyak gerak, ga bisa diam.
Lencong; tai lencong = tahi ayam yang hijau, bentuknya seperti pucuk es krim menjulang (hueeek..)
Lokal = kelas (si Adi lagi di lokal, belum keluar)
Longoh = bodoh, tolol (dasar longoh, udah tau bahaya bukannya menghindar)
Lepuk = pukul (dilepuk orang sekampung dia)

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar

Salah satu sifat manusia.

Assalamu alaikum wr wb.

Selamat siang semua, ini adalah artikel saya yang pertama. Sebelumnya, saya akan memeprkenalkan diri dahulu. Nama saya Malem Pusuh Karina Bangun (MP), sementara ini sbg seorang ayah dari 1 anak dan 1 istri. Seorang karyawan swasta dibidang electronic yg hobi baca sedikit terutama artikel dibidang motor.
Kali ini MP akan share sedikit yg terlintas dipikiran.
Manusia tidak dirancang untuk mudah menerima
kekalahan. biasanya ada 2 hal yg dilakukan setelah dia kalah.
1. mencari cari alasan kenapa kalah krn tdk mau disalahkan.
2. cek diri sendiri dan segera melakukan improvement.

Kalau saran MP lebih memilih point 2 :D . Walau kadang sulit dilakukan, tapi akan mudah jika kita mau.

image

Supaya motormu gak lelet dan ga kalah lagi :mrgreen:

Terima kasih sudah berkunjung.
Best regards
MP

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar